Bupati Soppeng H. Suardi Haseng SE Menuhi Janji Politik, Gandeng Investor untuk Peningkatan SPAM PDAM dengan Skema BOT Tanpa Bebani APBD

Uncategorized57 Dilihat

Soppeng,–Wartawanua.com. Bupati Soppeng H. Suardi Haseng SE melaksanakan janji politiknya terkait penyediaan air bersih dengan menggandeng investor untuk peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM melalui skema Build Operate Transfer (BOT) yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini disampaikan dalam rapat apimpinan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kabupaten Soppeng pada Jumat (20/2/2026), sebagai upaya jangka panjang untuk mengatasi kekurangan air bersih di daerah tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu (18/2/2026), Bupati Suardi telah memimpin langsung rapat expose pemaparan proyek SPAM skema BOT yang dihadiri Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Sekretaris Daerah Andi Muhammad Surahman, jajaran direksi PDAM Soppeng, para kepala dinas terkait, serta pihak investor.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suardi menegaskan bahwa proyek ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik ketersediaan air bersih, terutama di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya. “Insya Allah, masalah air PDAM sudah bisa teratasi, khususnya di Kota Watansoppeng. Ini bukan pinjaman, tapi bentuk kerja sama investasi dengan rencana durasi 30 tahun,” ujarnya. Ia menekankan bahwa proyek tersebut tidak akan menjadi beban utang daerah karena menggunakan skema investasi murni melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta, dan pada akhir masa kerja sama, seluruh aset akan sepenuhnya menjadi milik daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa peningkatan SPAM akan difokuskan pada dua pilar utama. Pertama, penggantian jaringan pipa lama yang kerap mengalami kebocoran maupun penyumbatan guna memastikan distribusi dan tekanan air tetap stabil hingga ke rumah pelanggan. Kedua, penyediaan sumber air baru melalui pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Soppeng sebagai antisipasi terhadap potensi kekeringan.

Menurut Hasanuddin, skema BOT memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan secara masif tanpa menggunakan dana APBD, dengan tiga prinsip utama yaitu zero APBD, penerapan teknologi modern yang transparan, serta peningkatan cakupan pelayanan secara berkelanjutan.

Langkah strategis ini menjadi tonggak baru dalam upaya pemerintah Kabupaten Soppeng meningkatkan infrastruktur dasar dan mewujudkan visi pembangunan “Soppeng Setara”, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan hak dasar berupa akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

(Baso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *