Pemkab Soppeng Perkuat Sinergi Serap Gabah Petani Jelang Panen dan Idul Fitri

Uncategorized369 Dilihat

Soppeng, wartawanua.com — Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar pertemuan koordinasi dukungan Serap Gabah Petani (SERGAP) untuk periode panen Oktober 2025 hingga Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng pada Senin (16/3/2026) bertujuan menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN).

Pertemuan dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan mengingat volume panen diperkirakan meningkat menjelang Idul Fitri, dengan dinamika kondisi yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya.

“Menjelang Idul Fitri banyak petani memasuki masa panen. Karena itu kita perlu memperkuat sinergi seluruh pihak. Situasi panen saat ini tidak sama seperti sebelumnya dan akan dijelaskan lebih rinci oleh Bulog dan Dinas Pertanian,” ujar Bupati Suwardi.

Tujuan Program SERGAP

Program SERGAP memiliki dua tujuan utama, yaitu melindungi harga gabah petani agar tetap berada pada tingkat Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, serta memutus rantai distribusi panjang yang berpotensi menekan harga di tingkat petani.

“Kita harus memastikan tidak ada potongan harga yang merugikan petani dan timbangan gabah harus sesuai. Ini bentuk perlindungan kepada petani, sehingga dibutuhkan komunikasi dan kerja sama antara Babinsa, Bulog, Dinas Pertanian, penyuluh, dan seluruh mitra,” tegasnya.

Peran Lintas Pihak

Bupati juga menyoroti peran krusial penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendamping petani di lapangan. Ia berharap peningkatan tunjangan kinerja (Tukin) yang diberikan dapat sejalan dengan peningkatan kualitas pendampingan kepada petani.

Selain itu, Pemkab Soppeng memiliki peran strategis melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, antara lain:

  • Badan Urusan Logistik (Bulog)
  • Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Babinsa
  • Penyuluh pertanian
  • Kelompok tani
  • Unit penggilingan padi

Pemerintah daerah juga bertanggung jawab menyediakan data produksi yang akurat, mencakup luas lahan tanam, estimasi volume panen, lokasi panen, hingga total produksi gabah yang dihasilkan.

Tantangan yang Dihadapi

Dalam pelaksanaan program SERGAP, sejumlah tantangan menjadi perhatian bersama, antara lain:

  • Potensi penurunan harga gabah di bawah HPP saat masa panen raya
  • Kecenderungan petani menjual gabah kepada tengkulak karena sistem pembayaran yang lebih cepat
  • Keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan milik Bulog
  • Kualitas gabah yang belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan
  • Perlunya peningkatan koordinasi yang lebih erat antara petani dan Bulog

Langkah Strategis yang Akan Dilaksanakan

Sebagai penutup, Bupati Suwardi menegaskan sejumlah langkah strategis untuk mendukung keberhasilan program SERGAP:

1. Memastikan seluruh produksi gabah petani dapat terserap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah

2. Memperkuat koordinasi dan kerja sama antarinstansi terkait

3. Melakukan pendataan aktivitas panen secara real time untuk akurasi informasi

4. Mendorong kelompok tani untuk menjual gabah secara langsung kepada Bulog

Melalui program SERGAP, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap tidak hanya dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal, tetapi juga memperkuat posisi daerah sebagai salah satu penyangga penting bagi stok beras nasional.