Bupati Soppeng Bersama Kementan RI Lakukan Tanam Padi Perdana, Terapkan Pertanian Modern di Lahan 120 Hektar

Uncategorized497 Dilihat

Soppeng–wartawanua.com Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memperkuat langkah menuju transformasi pertanian yang lebih maju dan modern. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Tanam Padi Perdana Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) yang digelar di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan ini menjadi penanda resmi dimulainya penerapan sistem pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi secara luas di Kabupaten Soppeng.

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan kebahagiaannya dapat turun ke lapangan bersama para petani dalam momentum bersejarah ini. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan langkah nyata dan awal mula perubahan besar bagi wajah pertanian di daerahnya.

Menurut Bupati, selama ini para petani di Soppeng telah berjuang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian perubahan cuaca, fluktuasi harga hasil pertanian, kenaikan harga pupuk, hingga keterbatasan tenaga kerja di lahan pertanian. Atas dasar itulah, program PM-AAS ini dihadirkan sebagai solusi strategis. Program ini menawarkan penggunaan alat tanam modern, pemanfaatan teknologi drone pertanian, penerapan pola tanam baru yang lebih efektif, serta pendampingan intensif dari para penyuluh pertanian.

“Teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran petani, tetapi untuk membantu meringankan beban kerja, mempercepat proses pengolahan lahan, dan yang paling penting adalah agar hasil panen semakin meningkat drastis,” tegas Suwardi Haseng saat memberikan sambutan.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena Kabupaten Soppeng dipercaya sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan untuk menjalankan program unggulan Kementerian Pertanian ini. Pada tahun 2025, program ini baru diterapkan secara terbatas di lahan seluas 5 hektar yang berada di Kecamatan Marioriawa. Namun di tahun 2026 ini, cakupan program meluas signifikan hingga mencapai 120 hektar, dengan rincian 100 hektar di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar di Kecamatan Marioriawa.

Bupati berharap seluruh elemen terkait, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah daerah, hingga masyarakat petani dapat bersatu padu dan bekerja sama menjaga keberhasilan program tersebut. Ia sangat optimis penerapan PM-AAS akan mampu menaikkan angka produktivitas, menekan biaya produksi, serta pada akhirnya meningkatkan taraf kesejahteraan seluruh petani di Kabupaten Soppeng.

“Kami berharap kawasan persawahan di Kelurahan Apanang ini dapat menjadi percontohan atau model pertanian modern yang sukses, sehingga nantinya dapat diikuti dan diterapkan di daerah-daerah lain di Kabupaten Soppeng,” tambahnya.

Soppeng Menjadi Daerah Prioritas Pengembangan Pertanian Modern

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Fadjry Jufri, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng kini menjadi salah satu daerah prioritas nasional dalam pengembangan pertanian modern, sekaligus menjadi penopang penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan, konsep penerapan teknologi pertanian modern ini mulai disusun dan diperkenalkan setelah Menteri Pertanian melakukan serangkaian kunjungan studi ke sejumlah negara maju yang memiliki keunggulan di bidang pertanian. Keberhasilan uji coba program PM-AAS sebelumnya di Soppeng bahkan telah membuktikan capaian produktivitas yang luar biasa, yakni mampu menghasilkan panen hingga 10,4 ton per hektar.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk wilayah Sulawesi Selatan, saat ini hanya terdapat empat kabupaten yang mendapatkan kepercayaan dan alokasi program PM-AAS tahun 2026 ini, yaitu Kabupaten Sidenreng Rappang, Bone, Maros, dan Kabupaten Soppeng.

“Kementerian Pertanian berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan maksimal, baik berupa teknologi, pendampingan, maupun sarana produksi, agar pelaksanaan program PM-AAS ini berjalan lancar, mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan, dan membawa kesejahteraan nyata bagi para petani,” tegas Fadjry Jufri.

Penyerahan Bantuan Sarana Pertanian

Dalam rangkaian kegiatan tanam perdana tersebut, juga dilaksanakan penyerahan bantuan sarana pertanian guna mendukung pelaksanaan program. Kepala Badan BRMP menyerahkan bantuan benih padi unggul program PM-AAS sebanyak 7,5 ton yang terdiri dari varietas Inpari 48 dan Inpari 32, yang diterima langsung oleh Bupati Soppeng. Selain itu, turut diserahkan pula bantuan pupuk organik merek Petroganik dari PT Pupuk Indonesia kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng.

Kegiatan tanam perdana ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Kementerian Pertanian RI, para tenaga ahli menteri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah, Camat Liliriaja, unsur Tripika Kecamatan, para penyuluh pertanian, serta para ketua dan anggota kelompok tani se-Kabupaten Soppeng.