BUPATI SOPPENG TURUN KE TENGAH BARISAN! RIBUAN GURU SOPPENG JADI BINTANG UTAMA PEMBUKAAN PORSENIJAR PGRI SULSEL 2026

Uncategorized49 Dilihat

SIDRAP – wartawanua.Com Suara tepuk tangan dan sorak sorai memecah keheningan Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2 Juli 2026). Di antara deretan kontingen dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, satu rombongan membuat semua mata tertuju tak beralih: Kontingen Kabupaten Soppeng!

Bukan hanya karena barisannya yang tampak tak berujung, rapi dan penuh semangat—tapi ada momen yang benar-benar langka dan menyentuh hati: Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng tak berjalan di depan sebagai pemimpin upacara, melainkan membaur tepat di tengah-tengah ribuan guru pendidiknya!

Saat barisan Soppeng melangkah masuk, penonton dan peserta lain berdecak kagum. Berbeda dari kebiasaan pejabat yang memimpin dari garis depan, Bupati Suwardi justru menyatu dengan para guru, berjalan berdampingan, sesekali menepuk bahu, menyapa, dan tersenyum lebar. Ia tampak seperti bagian tak terpisahkan dari keluarga besar pendidik Soppeng, bukan sekadar pimpinan daerah.

“Ini bukti nyata! Bupati tidak hanya bicara dukungan, tapi benar-benar hadir bersama kami,” ujar salah satu guru yang ikut berjalan, matanya berbinar haru.

Kontingen Soppeng memang tampil paling mencolok sebagai salah satu rombongan terbesar sepanjang sejarah PORSENIJAR PGRI Sulsel. Sebanyak 2.513 orang melangkah dalam defile ini, disertai penampilan yang sarat identitas daerah: kostum kreatif bertema kalong dan kakatua putih—satwa khas yang menjadi kebanggaan Soppeng—menghiasi barisan dan membuat suasana semakin meriah.

Secara keseluruhan, Soppeng mengirimkan delegasi sebesar 2.673 orang ke ajang bergengsi ini: terdiri dari 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan ribuan peserta defile. Mereka siap bertanding di semua cabang olahraga, seni, maupun pembelajaran, dengan ambisi besar: mempertahankan sekaligus melampaui capaian Juara II Umum yang diraih pada edisi sebelumnya!

Kehadiran langsung Bupati di tengah barisan menjadi suntikan semangat yang luar biasa. “Kami tidak datang sekadar berpartisipasi. Kami datang membawa persatuan, kebanggaan, dan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan di Sulawesi Selatan,” tegas Suwardi di sela-sela penyambutan antusiasme warga.

Defile Soppeng hari itu bukan sekadar pawai pembukaan. Ia menjadi simbol indah: ketika pemimpin dan pendidik berjalan beriringan, tak ada yang di depan dan tak ada yang di belakang—semua satu tujuan, mencetak masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak Sulawesi Selatan.