Lepas Sambut Kapolres Gowa: Kisah Empat Sahabat Lintas Institusi yang Tak Terputus Jarak

Uncategorized54 Dilihat

GOWA – wartawanua.com Suasana haru dan hangat menyelimuti acara pisah sambut Kapolres Gowa. Di tengah hiruk-pikuk seremonial pergantian amanah, terselip satu momen istimewa: empat sahabat lama yang pernah bersinergi menjaga Kabupaten Soppeng kembali berpelukan. Meski kini tugas dan wilayah berbeda, ikatan persaudaraan yang ditempa saat mengabdi di tanah Soppeng tak luntur sedikit pun.

Mereka berempat adalah mantan Bupati Soppeng dua periode H. A. Kaswadi Razak, SE; Kapolres Gowa yang baru menjabat Kombes Pol. Dr. H. Muhammad Yusuf Usman; mantan Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Reinhard Haposan Manurung, S.Pd.; serta mantan Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng Salahuddin, S.H., M.H.

Dulu, di Soppeng, mereka duduk berdampingan sebagai pemimpin unsur paling strategis: eksekutif daerah, Polri, TNI, dan Kejaksaan. Sinergi mereka bukan sekadar urusan dinas—melainkan kebersamaan yang tulus menjaga stabilitas, menegakkan hukum, dan mendorong pembangunan tanpa sekat. Kini, meski masing-masing melangkah ke jalur pengabdian yang baru, persahabatan itu tetap utuh menyertai langkah.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Dr. H. Muhammad Yusuf Usman menegaskan tugas utamanya di Gowa: menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan sepenuh hati bagi warga. “Menjadi polisi yang baik adalah pilihan pribadi, bergantung pada integritas. Namun tujuan akhirnya satu: bagaimana kita bisa menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi semua orang,” ujarnya dengan tegas.

Ia juga membawa warisan kebaikan dari masa tugas sebelumnya—termasuk saat memimpin Kapolres Soppeng dan Palopo—untuk dikembangkan di Gowa. Salah satunya program Safari Subuh: turun langsung ke tengah warga saat dini hari, menyapa, mendengar aspirasi, dan mempererat ikatan yang membuat keamanan tumbuh dari kebersamaan, bukan sekadar pengawasan.

Pertemuan empat sahabat ini menjadi pesan mendalam yang melampaui batas jabatan dan wilayah. Bahwa pengabdian kepada negara tak hanya melahirkan prestasi kerja, tapi juga persaudaraan yang abadi. Bahwa sinergi lintas lembaga yang dibangun di atas rasa hormat, kepercayaan, dan kemanusiaan akan terus menjadi teladan—serta kekuatan nyata dalam melayani masyarakat.

Mereka adalah bukti: tempat tugas boleh berganti, posisi boleh berubah, namun kebersamaan yang dibangun dengan hati akan tetap bertahan selamanya.