MAKASSAR, 16 Oktober 2026 — Ketua Harian DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan, Dr. Supriansa, S.H., M.H., menyampaikan pandangan reflektif mengenai dinamika dunia politik dan pentingnya menjaga etika dalam berkompetisi organisasi. Ia menegaskan bahwa kemajuan dalam politik tidak harus diraih dengan cara merugikan atau menjatuhkan pihak lain.
“Politik itu lentur, tak perlu menjatuhkan untuk naik. Karena semua ada waktunya.”
Ungkapan tersebut disampaikan Supriansa seiring dengan dipercayanya ia mengemban amanah baru sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar. Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, pada Jumat, 9 Oktober 2026, guna mengisi kekosongan pimpinan pasca pengunduran diri Munafri Arifuddin yang kemudian beralih ke Partai Demokrat. Amanah ini berlaku sementara hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kota Makassar untuk memilih pimpinan secara definitif.
📌 Politik Bukan Sekadar Perebutan Posisi
Menurut Supriansa, kompetisi di dalam organisasi politik seharusnya dijalankan dengan kedewasaan, saling menghormati, dan berlandaskan tujuan bersama. Pencapaian seseorang tidak perlu dibangun di atas kelemahan pihak lain.
“Tak penting mengumbar semut seakan gajah karena pada akhirnya lalat pun bisa membedakan mana sampah, mana bunga.”
Ia mengingatkan bahwa persoalan kecil tidak perlu dibesar-besarkan hanya untuk mencari perhatian. Masyarakat pada akhirnya memiliki kebijaksanaan sendiri untuk menilai mana tindakan yang bermanfaat dan mana yang sekadar menciptakan kegaduhan. Rekam jejak, integritas, kerja nyata, serta kemampuan menjaga hubungan baik adalah modal utama yang jauh lebih berharga daripada sekadar memperkuat citra dengan cara-cara yang tidak mendamaikan.
Perbedaan pilihan dan kepentingan politik adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak harus berubah menjadi permusuhan. Komunikasi yang seimbang dan sikap saling menghargai menjadi kunci agar dinamika politik tetap sehat dan tidak menimbulkan perpecahan yang berkepanjangan.
📌 Menjaga Kesinambungan Organisasi di Tengah Transisi
Penunjukan Supriansa sebagai Plt. Ketua DPD II Golkar Kota Makassar merupakan langkah strategis untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan lancar di masa transisi kepemimpinan. Fokus utama pada masa ini adalah konsolidasi internal, menjaga kebersamaan antar kader, serta mempersiapkan pelaksanaan Musda yang akan datang.
Di tengah perubahan tersebut, Supriansa mengajak seluruh kader untuk memaknai bahwa politik pada akhirnya bukanlah sekadar tentang siapa yang menduduki kursi kepemimpinan. Lebih dari itu, politik adalah tentang bagaimana seseorang menjalani proses, membangun kepercayaan, dan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan meski berada di jalur yang berbeda.
“Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak perlu merendahkan orang lain untuk meninggikan diri sendiri. Biarlah kerja nyata, integritas, dan waktu yang menunjukkan nilai dari setiap langkah politik.”
