Kabupaten Soppeng Fokus Empat Sektor Utama untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

Uncategorized40 Dilihat

Soppeng, wartawanua.com—Sejalan dengan peran strategisnya sebagai aktor utama dalam penguatan ekonomi di ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Soppeng memetakan empat sektor unggulan sebagai prioritas pembangunan. Fokus ini ditujukan untuk menarik investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Keempat sektor tersebut meliputi Pertanian, Peternakan, Pariwisata, dan Industri Pengolahan. Berikut adalah rincian potensi dan rencana pengembangannya:

  1. Pertanian: Pondasi Ketahanan Pangan dan Komoditas Unggulan

Sektor ini menjadi prioritas utama dengan fokus pada pengembangan jagung dan pemenuhan program swasembada pangan nasional. Saat ini, Soppeng memiliki lahan baku sawah seluas 27.417,10 hektar dan menargetkan perluasan hingga 69.534 hektar melalui optimalisasi lahan rawa dan non-rawa.

Selain pangan, sektor tembakau menjadi komoditas andalan berkat keberadaan Sentra Hasil Industri Tembakau yang berdiri sejak 2018. Sentra ini menaungi 21 perusahaan rokok lokal dan bahkan menjadi objek studi tiru bagi daerah lain, seperti Kabupaten Bone.

  1. Peternakan: Potensi Kambing dan Sapi Perah yang Menjanjikan

Kondisi geografis dan ketersediaan pakan ternak yang melimpah menjadikan Soppeng wilayah yang sangat cocok untuk pengembangan peternakan, khususnya kambing dan sapi perah.

Pemerintah daerah telah melakukan studi banding ke sentra peternakan di Bogor dan Pasuruan untuk mengadopsi teknologi dan manajemen terbaik. Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, tetapi juga membuka peluang bisnis yang prospektif bagi masyarakat.

  1. Pariwisata: Menggali Potensi Alam dan Kearifan Lokal

Soppeng memiliki kekayaan destinasi wisata yang beragam namun masih perlu digali lebih dalam. Pemerintah mempromosikan wisata alam seperti Air Terjun Liu Pangie, Lembah Cinta Matta Bulu, dan Desa Wisata Lompulle.

Selain alam, wisata berbasis sejarah dan budaya juga dikembangkan, seperti Kompleks Makam Jera Lom Poe dan Rumah Adat Sao Mario. Pengembangan ini juga mencakup potensi astro wisata dan event budaya yang diharapkan dapat menggeliatkan ekonomi kreatif, kuliner, dan kerajinan tangan.

  1. Industri: Hilirisasi dan Peran Aktif BUMD

Sektor industri difokuskan pada upaya hilirisasi atau pengolahan lebih lanjut hasil pertanian dan peternakan agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Peran strategis dijalankan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yaitu PT. Lamata Esso Matt Appa.

BUMD ini berfungsi mengintegrasikan fungsi bisnis dengan pembinaan pemerintah, baik di sektor perkebunan maupun pengolahan produk lokal, sehingga daya saing produk Soppeng dapat meningkat di pasar regional.

Dengan memfokuskan pengembangan pada keempat sektor ini, Kabupaten Soppeng optimis dapat menarik minat investor, memperluas jejaring kerjasama, dan membangun ekosistem ekonomi yang kuat serta berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *