Wartawanua.com, SOPPENG, 19 Oktober 2025 – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Kessing dan Desa Leworeng di Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, menjadi sorotan tajam karena diduga dikerjakan tanpa perencanaan matang dan terindikasi bermasalah. Proyek yang diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas warga antar desa ini justru menuai kekecewaan dan kekhawatiran.
Pantauan di lapangan menunjukkan adanya indikasi pengerjaan yang terkesan asal-asalan, terutama pada proses pengecoran dek jembatan atau landasan jalan. Akibatnya, dek jembatan terlihat miring dan melengkung, yang menimbulkan keraguan akan kualitas dan kekuatan struktur jembatan dalam jangka panjang.
“Kami sangat menyayangkan jika pembangunan jembatan ini tidak dilakukan dengan serius. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk beraktivitas sehari-hari, terutama untuk mengangkut hasil pertanian,” ungkap seorang warga Desa Kessing yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya.
Selain masalah kemiringan dek, warga juga menyoroti tidak adanya papan proyek di lokasi pembangunan. Papan proyek seharusnya memuat informasi detail mengenai proyek, seperti anggaran, kontraktor, dan waktu pelaksanaan. Ketiadaan papan proyek ini menimbulkan kecurigaan terhadap transparansi dan akuntabilitas proyek tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan masalah dalam pembangunan jembatan ini. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan pembangunan jembatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Warga juga mendesak agar penggunaan anggaran proyek diawasi secara transparan dan bertanggung jawab.
Pembangunan jembatan ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Desa Kessing dan Desa Leworeng. Jika pembangunan jembatan tidak dilakukan dengan benar, dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan warga dan menghambat pembangunan daerah.
eRwinsaja.







