Rembuk Stunting Soppeng 2025: Wabup Selle KS Dalle Dorong Aksi Nyata Berbasis Data, Lahirkan Semangat “Segera Aksi”

Uncategorized2348 Dilihat

Wartawanua.com.,Soppeng – Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng menjadi saksi digelarnya Rembuk Tematik Stunting Kabupaten Soppeng 2025, Jumat (8/8/2025). Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, membuka forum strategis ini dengan menekankan pentingnya aksi nyata berbasis data riil dalam menekan angka stunting di Bumi Latemmamala.

Andi Agus Nongki, Kepala Bappelitbangda, dalam laporannya menjelaskan bahwa rembuk ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah penanganan stunting, mengevaluasi kinerja, memetakan usulan program intervensi, serta mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah. Hasil yang diharapkan adalah dokumen rencana program kegiatan pencegahan stunting yang komprehensif, mencakup bidang fisik, prasarana, sosial, budaya, dan ekonomi.

Wabup Selle KS Dalle kemudian mencetuskan tema “Segera Aksi (Soppeng Bergerak Atasi Kemiskinan dan Stunting)” sebagai spirit baru dalam memerangi stunting dan kemiskinan. Ia menekankan perlunya laporan faktual dari lapangan, khususnya pada triwulan ketiga, mengenai progres penanganan anak-anak stunting di setiap desa.

“Kita harus bicara dengan data riil anak-anak di lapangan, bukan hanya soal angka. Jangan sampai ada data yang tidak sesuai dengan kenyataan,” tegas Wabup Selle. Ia juga mengingatkan agar kesehatan anak-anak lain tetap menjadi prioritas, karena mereka adalah generasi penerus bangsa.

Lebih lanjut, Wabup Selle mendorong setiap daerah untuk berinovasi sesuai potensi masing-masing dan tidak ragu berkoordinasi dengan daerah lain untuk bertukar informasi dan praktik baik.

Rembuk Stunting ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama dan berita acara kesepakatan hasil rembuk, sebagai simbol keseriusan seluruh pihak dalam mewujudkan Kabupaten Soppeng bebas stunting.

Acara ini dihadiri oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Soppeng, para Kepala SKPD, para Camat, para Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Soppeng, para Kepala Puskesmas, organisasi profesi, dan organisasi keagamaan.

eRwinsaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *