Hadiwijaya Ismail Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur Pertanian Hingga Pelaksanaan Program Nasional

Uncategorized55 Dilihat

Soppeng – wartawanua.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng dari Komisi II Fraksi Partai Golkar, Hadiwijaya Ismail, S.P, menegaskan komitmennya untuk senantiasa mengawal dan memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dan pengembangan sektor pertanian. Pernyataan tersebut disampaikannya saat melaksanakan kegiatan reses dalam masa persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Dusun Tengapadange, Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja, pada Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan reses ini menjadi wadah pertemuan langsung antara wakil rakyat dengan warga masyarakat guna mendengar secara langsung berbagai kebutuhan, harapan, serta permasalahan yang dihadapi di lapangan. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan yang dinilai menjadi prioritas utama, di antaranya pembangunan bendungan, pemasangan bronjong, perbaikan jalan usaha tani, serta peningkatan dan perbaikan jaringan irigasi pertanian. Berbagai usulan tersebut disampaikan mengingat keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai dianggap sangat mendukung keberlanjutan dan peningkatan hasil produksi pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga setempat.

“Kegiatan reses ini bukan sekadar agenda formalitas belaka, melainkan menjadi ruang dialog yang penting dan sarana untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan yang akan disusun. Seluruh usulan dan harapan yang telah disampaikan hari ini akan kami catat, kami kawal, dan kami perjuangkan secara maksimal sesuai dengan kewenangan yang kami miliki di lembaga DPRD Kabupaten Soppeng,” tegas Hadiwijaya Ismail di hadapan warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama perekonomian masyarakat Desa Timusu dan wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, penyediaan serta perbaikan infrastruktur pendukung pertanian harus menjadi skala prioritas yang diperjuangkan secara berkelanjutan. Upaya ini akan dilakukan melalui kerja sama dan sinergi yang baik antara pemerintah daerah serta seluruh pemangku kebijakan dan instansi terkait, agar pembangunan yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan usaha tani warga.

Selain membahas permasalahan dan kebutuhan infrastruktur, Hadiwijaya juga menyampaikan pentingnya peran serta generasi muda dalam mendukung kemajuan daerah, khususnya dalam mengembangkan potensi yang ada di desa. Ia mendorong para pemuda untuk berperan aktif dan memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai sarana baru untuk mengangkat serta memasarkan berbagai produk unggulan desa, sehingga dapat memiliki nilai jual dan daya saing yang lebih baik di pasaran serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Tidak hanya itu, politisi tersebut juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi dan memanfaatkan secara positif berbagai program strategis yang digagas oleh pemerintah pusat. Dua program yang disorotnya adalah Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat, yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata.

“Program yang dihadirkan pemerintah pusat seperti Koperasi Desa Merah Putih harus kita maknai dan manfaatkan sebagai peluang nyata untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa. Begitu pula dengan kehadiran Sekolah Rakyat, yang menjadi solusi konkret bagi warga yang kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan yang layak, dengan sistem asrama atau boarding school yang seluruh fasilitasnya difasilitasi dan ditanggung oleh negara,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat yang juga menjabat sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Timusu, Suherman, menyampaikan harapan agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan bendungan. Menurutnya, ketersediaan fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan pertanian yang dikelola oleh kelompok tani di wilayahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hasan, yang merupakan anggota Kelompok Tani Pallaeh. Ia meminta perhatian serius dari pemerintah terkait pembangunan bendungan, pemasangan bronjong, serta perbaikan berbagai infrastruktur pertanian lainnya. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya antisipasi agar produksi pertanian tidak mengalami penurunan drastis, terutama saat memasuki musim kemarau di mana ketersediaan air menjadi tantangan utama bagi para petani.

Melalui pelaksanaan kegiatan reses ini, masyarakat berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan diwujudkan dalam berbagai program pembangunan yang berkesinambungan. Kehadiran wakil rakyat langsung di tengah masyarakat dianggap sebagai langkah strategis yang efektif untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dalam memajukan sektor pertanian, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan hidup seluruh warga di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *