Tudang Sipulung Perdana Camat Baru Ganra Hampa Kehadiran Kades, Sinergi Awal Justru Menjadi Tanda Tanya

Uncategorized63 Dilihat

Soppeng– wartawanua.com – Langkah awal Camat Ganra yang baru dilantik, Nurul Azmi, S.IP., M.M., menyelenggarakan pertemuan silaturahmi berbalut tradisi khas Bugis Tudang Sipulung justru berakhir dengan kekecewaan dan menjadi sorotan luas. Pasalnya, seluruh empat kepala desa yang berada di wilayah Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, sama sekali tidak hadir dalam acara tersebut yang digelar di Gedung Pertemuan Desa Ganra, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini sejatinya dirancang sebagai ajang pertemuan perdana untuk membangun kedekatan, menyamakan persepsi, serta memperkuat kerjasama antara Pemerintah Kecamatan dengan jajaran Pemerintah Desa. Tradisi Tudang Sipulung sendiri memiliki makna mendalam sebagai wadah musyawarah, saling bertukar pikiran, dan menyelesaikan hal-hal kepentingan bersama dengan penuh kebersamaan. Pihak penyelenggara pun menegaskan surat undangan resmi telah disampaikan kepada setiap kepala desa jauh sebelum hari pelaksanaan, bahkan telah disampaikan konfirmasi penerimaannya.

Namun hingga acara berakhir, tidak satu pun dari keempat kepala desa hadir. Lebih jauh lagi, tidak ada pemberitahuan resmi maupun alasan ketidakhadiran yang disampaikan kepada panitia maupun Camat Ganra. Hal ini langsung menjadi bahan pembicaraan hangat di antara para undangan yang hadir, meliputi unsur Forkopimca, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kepala satuan pendidikan, serta petugas dari UPTD dan Puskesmas setempat.

“Ini sungguh sangat disayangkan dan menjadi hal yang tidak terduga. Padahal ini pertemuan pertama setelah Bapak Camat baru bertugas, momen yang seharusnya dimanfaatkan untuk saling mengenal dan membangun kesepahaman awal dalam menjalankan roda pemerintahan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Banyak pihak yang menilai ketidakhadiran secara serentak ini tidak hanya melanggar etika pemerintahan dan kesopanan dalam menjawab undangan resmi, namun juga mengikis esensi utama dari tradisi Tudang Sipulung yang mengutamakan kehadiran dan keterbukaan antar sesama pemimpin wilayah. Forum yang seharusnya menjadi titik awal kerjasama yang erat justru menyisakan pertanyaan besar di mata masyarakat: apa yang sebenarnya terjadi di antara jajaran pemerintahan Kecamatan Ganra?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan atau penjelasan resmi dari salah satu pun kepala desa maupun pihak terkait mengenai alasan ketidakhadiran mereka. Masyarakat pun berharap hal ini tidak menjadi pertanda lemahnya koordinasi antar tingkatan pemerintahan, yang pada akhirnya dapat menghambat pelayanan dan pembangunan bagi warga Kecamatan Ganra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *