Bupati Soppeng Hadiri Rakor Khusus Bioetanol Bersama Menteri Pertanian di Jakarta

Uncategorized187 Dilihat

soppeng—wartawanua.com Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Khusus Pengembangan Bioetanol yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Jalan Pengadegan Selatan K10, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

​Bupati Soppeng menjadi salah satu dari 44 bupati di Indonesia yang diundang secara khusus dalam rakor tersebut. Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi pemerintah pusat bersama pemerintah daerah untuk mematangkan strategi pengembangan bioetanol berbasis komoditas pertanian nasional.

​Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan potensi pengembangan lahan hingga 2 juta hektare untuk mendukung industri bioetanol nasional. Komoditas utama yang disiapkan mencakup tebu, jagung, dan ubi kayu (singkong).

​Khusus untuk komoditas tebu, Kementerian Pertanian memetakan potensi pemanfaatan areal seluas 700 ribu hingga 1 juta hektare. Langkah ini diarahkan guna mendukung target peningkatan bauran energi nasional, termasuk penerapan E20 (campuran etanol 20 persen dalam bahan bakar minyak). Pemerintah juga menegaskan bahwa pengembangan bioetanol akan berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan aspek legalitas lahan.

​Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyambut positif agenda ini dan menilai keikutsertaan Kabupaten Soppeng sebagai momentum penting untuk memahami arah kebijakan strategis pemerintah pusat.

​”Keikutsertaan Soppeng dalam agenda ini menjadi bagian penting untuk melihat peluang pengembangan komoditas pertanian daerah. Kita tentu akan menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki Soppeng, sekaligus memastikan kepentingan petani dan ketahanan pangan tetap menjadi perhatian,” ujar Suwardi.

​Ia berharap sinergi lintas pemerintah ini mampu membuka peluang baru bagi peningkatan nilai tambah sektor pertanian di Kabupaten Soppeng, sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat tani lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *